Bursa

Bursa Saham Asia Menguat, Efek Kemenangan PM Takaichi dan Wall Street

Bursa Saham Asia Menguat, Efek Kemenangan PM Takaichi dan Wall Street
Bursa Saham Asia Menguat, Efek Kemenangan PM Takaichi dan Wall Street

JAKARTA - Awal pekan di pasar keuangan Asia dibuka dengan gelombang optimisme yang kuat pada Senin. Para investor tampaknya sedang merayakan kombinasi antara pemulihan pasar global dan perubahan peta politik di Negeri Sakura. Bursa saham Asia naik pada 9 Februari 2026, didorong oleh kemenangan PM Takaichi dan reli Wall Street, memicu optimisme pasar dan aksi beli saham. Fenomena ini menciptakan atmosfer risk-on yang masif, di mana pelaku pasar kembali berani menempatkan modal mereka pada aset-aset ekuitas yang sebelumnya sempat tertekan.

Indeks saham di sejumlah bursa Asia mengalami kenaikan pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin. Terdapat efek dari reli Wall Street pada akhir pekan lalu setelah mengalami gejolak. Kembalinya kepercayaan diri investor di bursa Amerika Serikat memberikan sentimen positif yang merambat cepat ke zona waktu Asia, membuat bursa-bursa utama dari Tokyo hingga Seoul mengawali hari dengan catatan gemilang.

Lonjakan Signifikan di Bursa Utama Kawasan Asia

Berdasarkan data yang dihimpun, pergerakan positif ini merata di hampir seluruh hub keuangan utama Asia. Dilansir Bloomberg, saham-saham melonjak di bursa Korea Selatan dan Jepang. Kemenangan Perdana Menteri Sanae Takaichi juga menjadi faktor pendongkrak pasar. Kemenangan bersejarah ini memberikan kepastian politik yang sangat dibutuhkan oleh pelaku pasar dalam menyusun strategi investasi jangka pendek maupun menengah.

Angka-angka indeks menunjukkan penguatan yang cukup impresif. Indeks S&P 500 futures naik 0,4% pada pukul 9.04 pagi waktu Tokyo, sementara Hang Seng naik 1,8%. Di tempat lain, indeks Topix di bursa Jepang menguat 2,3% dan indeks S&P/ASX 200 naik 1,4%. Adapun, indeks Kospi melonjak 4%, mencatatkan salah satu kenaikan harian paling tajam di kawasan tersebut. Kenaikan yang serempak ini membuktikan bahwa sentimen positif tidak lagi terbatas pada sektor tertentu, melainkan menyebar secara luas di berbagai bursa.

Strategi Rotasi Saham dan Optimisme Jangka Pendek

Para pengamat pasar melihat adanya pergeseran perilaku investor dalam menanggapi kondisi ekonomi terbaru. Tony Sycamore, seorang analis di IG di Sydney, mengatakan para investor memanfaatkan aksi jual pada awal pekan lalu, dengan membeli beberapa saham murah untuk memperluas perdagangan rotasi ke saham siklikal dan menjauh dari teknologi. Strategi memburu saham-saham yang sudah terdiskon ini membantu memperkuat posisi indeks-indeks utama Asia pada pembukaan pekan ini.

Sycamore menambahkan bahwa kondisi ini merupakan momentum emas bagi para pencari keuntungan. "Dorongan positif dari Wall Street dan hasil pemilihan Jepang berarti setidaknya untuk jangka waktu yang sangat, sangat pendek, kita akan melihat sesi yang baik untuk mengambil risiko di seluruh pasar ekuitas Asia," tambahnya. Momentum ini sangat krusial mengingat volatilitas yang sempat menghantui pasar pada pekan-pekan sebelumnya.

Dampak Kemenangan Takaichi Terhadap Yen dan Kebijakan Fiskal

Satu faktor domestik yang menjadi katalisator paling kuat adalah hasil pemilihan di Jepang. Sementara itu, yen berfluktuasi pada awal pekan ini karena Takaichi meraih kemenangan pemilu yang bersejarah. Kemenangan Takaichi di Jepang memicu ekspektasi kebijakan fiskal longgar, menambah tekanan pada yen dan mendukung sentimen positif di pasar ekuitas Asia. Pasar merespons kepemimpinannya dengan keyakinan akan adanya dukungan fiskal yang lebih besar bagi dunia usaha.

Hasil tersebut membuka jalan bagi stimulus fiskal lebih lanjut di bawah kepemimpinan Takaichi, menambah tekanan pada obligasi Jepang sekaligus berpotensi mengangkat pasar saham. Kebijakan ini dinilai akan mampu memutar roda ekonomi Jepang lebih cepat, meskipun harus mengorbankan nilai tukar yen yang diperkirakan akan tetap berada dalam tren yang lemah untuk sementara waktu.

Mendominasi Pasar Melalui Fenomena Takaichi Trade

Pelaku pasar kini bersiap menghadapi normal baru dalam perdagangan aset di Asia. Hasil pemilu Jepang memperkuat ekspektasi akan kebijakan fiskal yang lebih longgar dan tekanan berkelanjutan pada yen, dengan investor bersiap menghadapi apa yang disebut 'perdagangan Takaichi' atau Takaichi Trade, yang akan mendominasi pasar pada hari ini. Istilah ini merujuk pada strategi investasi yang berfokus pada aset-aset yang diuntungkan dari pelemahan yen dan ekspansi belanja pemerintah Jepang.

Dominasi fenomena ini telah menetapkan nada konstruktif untuk aset global di awal pekan, memperpanjang pergerakan risk-on yang didorong oleh data AS yang tangguh dan pemulihan Wall Street. Bursa saham Asia dibuka menguat pada 9 Februari 2026, dipengaruhi oleh reli Wall Street dan kemenangan Perdana Menteri Sanae Takaichi. Dengan dukungan data ekonomi Amerika Serikat yang stabil, pasar Asia seolah mendapatkan "lampu hijau" untuk terus melaju di jalur penguatan, menjadikan rotasi ke saham-saham siklikal sebagai pilihan favorit para manajer investasi saat ini.

Secara keseluruhan, pembukaan perdagangan hari ini mencerminkan optimisme tinggi yang dilandasi oleh fundamental ekonomi yang kuat di AS dan perubahan kepemimpinan yang progresif di Jepang. Bursa Asia kini menatap sisa pekan dengan penuh harapan bahwa reli ini akan terus berlanjut.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index