Visi Global Jeffrey Hendrik: Membawa Bursa Efek Indonesia ke Level Dunia

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:24:49 WIB
Visi Global Jeffrey Hendrik: Membawa Bursa Efek Indonesia ke Level Dunia

JAKARTA - Pasar modal Indonesia kini memasuki babak baru di bawah kepemimpinan transisi yang berfokus pada penguatan standar internasional. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi mengumumkan penunjukan Jeffrey Hendrik sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama (Dirut). Keputusan strategis ini diambil melalui mekanisme rapat direksi (radir) yang diselenggarakan pada Jumat, 30 Januari 2026. Penunjukan Jeffrey dipandang sebagai langkah krusial untuk menjaga stabilitas dan momentum pertumbuhan bursa di tengah dinamika ekonomi global.

Jeffrey akan menakhodai otoritas bursa hingga terpilihnya direksi definitif dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI yang dijadwalkan pada Juni 2026 mendatang. Meskipun berstatus sebagai pejabat sementara, visi yang diusung tidaklah main-main. Ia membawa semangat transformasi yang menitikberatkan pada kualitas pasar, bukan sekadar angka-angka pertumbuhan semata.

Komitmen Transparansi dan Kesetaraan Tata Kelola Global

Dalam pernyataan perdananya setelah penunjukan tersebut, Jeffrey Hendrik memberikan sinyal kuat mengenai arah kebijakan yang akan diambilnya. Bertempat di Wisma Danantara Indonesia pada Sabtu, 31 Januari 2026 malam, Jeffrey yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pengembangan menegaskan ambisinya untuk menjadikan pasar modal Indonesia sebagai pemain utama di kancah global.

Fokus kepemimpinannya tidak hanya terpaku pada volume transaksi, tetapi lebih luas mencakup integritas pasar secara menyeluruh. Beliau menegaskan komitmen BEI untuk membangun pasar modal Indonesia berkelas dunia. "Tidak hanya setara dalam hal nilai perdagangan dan kapitalisasi pasar, tetapi juga setara dalam transparansi dan tata kelola," tegas Jeffrey dalam konferensi pers tersebut. Pernyataan ini menjadi angin segar bagi para investor, baik domestik maupun asing, yang mendambakan iklim investasi yang lebih sehat dan terpercaya di Indonesia.

Rekam Jejak Profesional di Industri Keuangan

Kepercayaan yang diberikan kepada Jeffrey Hendrik bukanlah tanpa alasan. Jika menilik perjalanan kariernya, ia memiliki akar yang sangat kuat di industri pasar modal Indonesia. Jeffrey merupakan sosok akademis yang kompeten, merupakan lulusan Jurusan Manajemen-Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Trisakti, di mana ia meraih gelar sarjananya pada tahun 1995.

Perjalanan profesionalnya dimulai di PT Zone Pratama pada periode 1994-1996. Ketertarikannya pada dunia keuangan membawanya menduduki posisi Corporate Finance di PT Transpacific Securindo pada 1996-1999. Puncak kariernya di sektor swasta terjadi ketika ia ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Phintraco Sekuritas, sebuah posisi yang ia duduki selama lebih dari dua dekade, yakni sejak 1999 hingga 2022. Pengalaman panjang memimpin perusahaan sekuritas memberikannya perspektif yang unik mengenai kebutuhan para pelaku pasar dan tantangan di level operasional.

Dedikasi dalam Organisasi dan Regulasi Pasar Modal

Selain berkiprah di perusahaan, Jeffrey juga dikenal sebagai figur yang aktif dalam organisasi strategis yang membentuk wajah pasar modal Indonesia. Ia pernah tercatat sebagai Anggota Komite Perdagangan dan Penyelesaian Transaksi Efek BEI pada periode 2019-2020. Pengalaman ini memberikan pemahaman mendalam mengenai mekanisme teknis perdagangan yang menjadi jantung dari aktivitas bursa.

Kontribusinya terus berlanjut di Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI), di mana ia menjabat sebagai Pengurus Anggota Departement Perdagangan Efek pada 2020-2022. Tak hanya itu, Jeffrey juga menunjukkan kepeduliannya pada isu-isu kontemporer melalui keterlibatannya sebagai Anggota Task Force Keuangan Berkelanjutan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2021. Hal ini menunjukkan bahwa ia memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai kebijakan Sustainable Finance yang kini menjadi standar global.

Dari Direktur Pengembangan Menuju Kursi Pjs Direktur Utama

Karier Jeffrey di internal bursa dimulai secara resmi ketika RUPST BEI pada 29 Juni 2022 menetapkannya sebagai Direktur Pengembangan BEI. Selama masa jabatannya tersebut, ia banyak berperan dalam meluncurkan berbagai produk dan inisiatif baru untuk memperluas basis investor dan meningkatkan likuiditas pasar. Jabatan inilah yang ia emban dengan penuh dedikasi tepat sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Pjs Dirut BEI untuk mengisi kekosongan kepemimpinan tertinggi.

Penunjukan Jeffrey sebagai Pjs Dirut diharapkan mampu menjembatani masa transisi hingga Juni mendatang dengan mulus. Dengan latar belakang yang mencakup sisi pelaku pasar (sekuritas), organisasi profesi, hingga regulator, Jeffrey memiliki modal yang lebih dari cukup untuk memastikan BEI tetap berjalan di jalur yang benar menuju pasar modal yang transparan, akuntabel, dan kompetitif di tingkat internasional.

Masa depan pasar modal Indonesia kini berada di tangan sosok yang memahami bahwa untuk menjadi "berkelas dunia", integritas dan tata kelola adalah mata uang yang paling berharga.

Terkini