Digitalisasi Energi: Langkah Inovatif Sulbar Wujudkan Keadilan Listrik bagi Warga Miskin

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:36:56 WIB
Digitalisasi Energi: Langkah Inovatif Sulbar Wujudkan Keadilan Listrik bagi Warga Miskin

JAKARTA - Di era transformasi digital saat ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melakukan terobosan besar untuk memastikan tidak ada lagi warganya yang hidup dalam kegelapan. Melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), provinsi ini tengah mengembangkan aplikasi ketenagalistrikan mandiri yang bertujuan untuk mengoptimalkan program listrik gratis. Inovasi ini menjadi angin segar bagi ribuan rumah tangga kurang mampu yang selama ini belum tersentuh oleh layanan listrik negara secara memadai.

Kolaborasi Strategis dalam Ekosistem Digital Pemerintahan

Pengembangan aplikasi canggih ini tidak dilakukan sendirian. Dinas ESDM Sulbar menggandeng Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Provinsi Sulbar untuk merancang sistem yang handal. Langkah ini merupakan bentuk nyata dari penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang tengah digalakkan pemerintah daerah guna meningkatkan kualitas layanan publik, khususnya di sektor energi.

Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas ESDM Provinsi Sulbar, Qamaruddin Kamil, menjelaskan bahwa kehadiran aplikasi ini merupakan tindak lanjut dari rencana inovasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Fokus utamanya adalah memberikan dukungan infrastruktur digital bagi program bantuan listrik gratis agar prosesnya berjalan lebih transparan dan akuntabel dari hulu ke hilir.

Membedah Fitur Utama Aplikasi Ketenagalistrikan Mandiri

Aplikasi yang tengah dikembangkan ini bukan sekadar pusat data statis. Sistem ini dirancang dengan berbagai fungsi strategis yang akan memangkas birokrasi dan mempercepat penyaluran bantuan. Salah satu fitur unggulannya adalah kemudahan dalam proses pengusulan dan perencanaan program yang kini bisa dilakukan secara tersistem.

Selain itu, aplikasi ini memiliki kemampuan untuk melakukan verifikasi data Rumah Tangga Sasaran (RTS) dengan lebih akurat. Melalui monitoring distribusi bantuan secara langsung, pemerintah dapat memastikan bahwa bantuan listrik gratis benar-benar sampai ke tangan yang berhak. Yang paling krusial, aplikasi ini mampu melakukan penghitungan Rasio Elektrifikasi (RE) secara real-time di seluruh pelosok wilayah Sulawesi Barat, sehingga pemetaan wilayah yang masih gelap dapat dilakukan dengan presisi tinggi.

Menutup Celah Sembilan Persen yang Belum Terlistriki

Berdasarkan data terbaru, Rasio Elektrifikasi (RE) PLN di Sulawesi Barat sebenarnya telah mencapai angka yang cukup menggembirakan, yakni 90,97 persen. Namun, Qamaruddin Kamil menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh berpuas diri dengan angka tersebut. Masih ada tantangan besar di depan mata, di mana sekitar sembilan persen wilayah masih berada di luar jangkauan jaringan utama PLN.

Angka sembilan persen tersebut setara dengan kurang lebih 36.000 rumah tangga yang hingga kini belum bisa menikmati listrik dari negara secara mandiri. Sebagian besar dari warga tersebut terpaksa menggantungkan kebutuhan cahaya mereka pada sambungan listrik dari tetangga. Sementara itu, warga di daerah terpencil lainnya harus berjuang menggunakan pembangkit listrik mandiri dengan skala terbatas.

Optimalisasi Potensi Energi Baru Terbarukan Lokal

Kondisi warga yang belum teraliri listrik PLN tersebut memaksa mereka untuk kreatif, namun sering kali dengan biaya yang tidak murah atau kapasitas yang sangat terbatas. Banyak rumah tangga yang saat ini mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebagai sumber energi utama mereka.

Dengan adanya aplikasi ketenagalistrikan mandiri ini, Dinas ESDM berharap dapat mendata sebaran pengguna PLTS dan PLTMH tersebut dengan lebih baik. Data ini nantinya akan digunakan sebagai dasar untuk memberikan intervensi kebijakan yang tepat, apakah wilayah tersebut akan ditarik jaringan PLN atau diberikan penguatan pada sistem energi baru terbarukan (EBT) yang sudah ada secara mandiri.

Mendorong Inovasi untuk Kesejahteraan Masyarakat

Semangat inovasi ini terus dipacu oleh pimpinan daerah. Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulbar, Bujaeramy Hassan, menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah berhenti mendorong seluruh jajaran di lingkungan Dinas ESDM untuk melahirkan ide-ide yang relevan dan aplikatif. Menurutnya, setiap bidang memiliki tanggung jawab untuk mencari cara baru yang lebih efektif dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.

Inovasi digital ini diharapkan tidak hanya sekadar menjadi aplikasi di atas kertas, tetapi menjadi alat yang kuat dalam memperkuat penerapan SPBE. Tujuan akhirnya tetap satu: meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Barat melalui akses energi yang merata. Bujaeramy optimis bahwa dengan sistem yang lebih terukur dan tepat sasaran, efektivitas program listrik gratis akan meningkat secara signifikan, memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga kurang mampu di provinsi tersebut.

Visi Besar Menuju Sulbar yang Terang Benderang

Melalui integrasi data dan teknologi ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berupaya menghapus ketimpangan energi yang selama ini terjadi antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Akses listrik yang stabil dan gratis bagi warga miskin bukan hanya soal penerangan di malam hari, melainkan juga soal membuka peluang bagi anak-anak untuk belajar lebih baik dan menggerakkan ekonomi produktif di tingkat rumah tangga.

Dengan dimulainya pengembangan aplikasi ini pada awal Februari 2026, Sulawesi Barat selangkah lebih maju dalam mewujudkan visi pembangunan yang inklusif. Transformasi digital di sektor energi ini menjadi bukti bahwa teknologi dapat menjadi jembatan untuk memberikan keadilan bagi mereka yang selama ini terpinggirkan di pelosok daerah.

Terkini