Lapas Kotabaru Produksi Tas Sasirangan Berkualitas untuk Kemandirian Warga Binaan

Kamis, 05 Februari 2026 | 13:56:54 WIB
Lapas Kotabaru Produksi Tas Sasirangan Berkualitas untuk Kemandirian Warga Binaan

JAKARTA - Dibalik jeruji besi, kreativitas tidak seharusnya terhenti. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru membuktikan hal tersebut dengan mengubah ruang tahanan menjadi bengkel produktivitas yang menghasilkan karya bernilai seni tinggi. Melalui program pembinaan kemandirian yang terukur, para warga binaan kini mampu memproduksi tas berbahan kain sasirangan yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga unggul dalam hal kualitas dan ketahanan.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari transformasi fungsi pemasyarakatan yang tidak lagi sekadar menghukum, namun membekali individu dengan keahlian nyata. Pada Rabu, kegiatan produksi tas sasirangan di workshop Lapas Kotabaru terlihat semakin intensif. Produk ini kini menjadi salah satu komoditas unggulan yang dipersiapkan untuk bersaing di pasar luas, membawa identitas budaya lokal Kalimantan Selatan ke level yang lebih profesional.

Kualitas Jahitan dan Estetika Budaya dalam Satu Produk

Proses pembuatan tas kain sasirangan ini bukanlah kegiatan pengisi waktu luang belaka. Setiap warga binaan yang terlibat telah melewati serangkaian pelatihan intensif, mulai dari teknik menjahit dasar hingga kemampuan merancang pola yang rumit. Fokus utama dari produksi di Lapas Kotabaru ini adalah durabilitas dan estetika.

Di dalam workshop, setiap detail pengerjaan diawasi dengan ketat. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa produk yang keluar dari Lapas memiliki standar yang sama, atau bahkan lebih baik, daripada produk kerajinan di pasaran umum. Ketelitian pada jahitan, pemilihan kekuatan bahan pelapis, hingga penempatan motif sasirangan yang presisi menjadi indikator utama dalam proses kendali mutu mereka.

Dengan mengombinasikan fungsi praktis tas sehari-hari dan keindahan motif tradisional, produk ini lahir sebagai barang yang fungsional sekaligus artistik. Lebih dari sekadar tas, setiap karya yang dihasilkan merupakan simbol tanggung jawab dan kedisiplinan para warga binaan dalam menyelesaikan sebuah tanggung jawab pekerjaan.

Visi Besar dalam 15 Program Aksi Kementerian

Program ini tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian integral dari strategi besar pemerintah di bidang hukum dan hak asasi manusia. Kepala Lapas (Kalapas) Kotabaru, Doni Handriansyah, menekankan bahwa inisiatif ini merupakan perwujudan nyata dari kebijakan pusat yang sedang berjalan.

"Kegiatan produksi tas ini menjadi salah satu upaya kami membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang bernilai ekonomi. Kami ingin setiap produk unggulan Lapas Kotabaru memiliki kualitas tinggi dan dapat diterima di pasar, sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026," tegas Doni dengan penuh keyakinan.

Visi ini bertujuan agar produk-produk hasil karya warga binaan tidak lagi dipandang sebelah mata. Dengan standar kualitas yang terjaga, produk "Lapas Made" ini diharapkan mampu menembus pasar domestik dan memberikan kontribusi nyata pada ekonomi kerakyatan, sekaligus menghapus stigma negatif terhadap warga binaan.

Harapan Baru bagi Masa Depan Warga Binaan

Bagi para warga binaan, terlibat dalam produksi tas sasirangan adalah cara mereka untuk "menebus" waktu dan mempersiapkan diri kembali ke masyarakat. Keterampilan yang mereka dapatkan menjadi modal berharga untuk membuka usaha mandiri atau bekerja secara profesional setelah masa pidana berakhir.

Salah seorang warga binaan dengan inisial R mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan belajar yang diberikan di dalam Lapas. Menurutnya, program ini memberikan perspektif baru mengenai etika kerja dan kualitas produk.

"Kami belajar tidak hanya membuat tas, tapi juga mempelajari teknik menjaga kualitas dan ketahanan kain sasirangan. Dengan keterampilan ini, kami merasa lebih siap untuk mandiri setelah masa pembinaan," ujar R.

Motivasi yang tumbuh di dalam diri para warga binaan ini menjadi bukti bahwa pembinaan kemandirian yang efektif mampu membangkitkan rasa percaya diri. Mereka tidak hanya belajar teknik menjahit, tetapi juga belajar menghargai sebuah proses untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.

Komitmen Berkelanjutan untuk Inovasi Kerajinan

Upaya Lapas Kotabaru dalam mempromosikan kain sasirangan melalui produk tas berkualitas adalah langkah strategis dalam melestarikan warisan budaya lokal sekaligus mendorong produktivitas. Fokus pada pengembangan produk unggulan ini merupakan komitmen berkelanjutan untuk memastikan bahwa lapas berfungsi sebagai lembaga edukasi dan pelatihan.

Ke depannya, Lapas Kotabaru berkomitmen untuk terus mendorong inovasi-inovasi baru dalam dunia kerajinan. Program ini dirancang untuk terus berjalan secara produktif dan berkelanjutan, sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan secara nyata oleh para warga binaan sebagai bekal finansial dan keterampilan mereka kelak.

Melalui sinergi antara pembinaan disiplin dan pelatihan kreativitas, tas kain sasirangan dari Lapas Kotabaru bukan sekadar barang belanjaan, melainkan manifestasi dari semangat perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

Terkini