Sinergi Strategis Bank Syariah Nasional: Mengakselerasi Bisnis Perumahan Lewat Kolaborasi Pengembang

Senin, 09 Februari 2026 | 09:30:15 WIB
Sinergi Strategis Bank Syariah Nasional: Mengakselerasi Bisnis Perumahan Lewat Kolaborasi Pengembang

JAKARTA - Lanskap industri properti berbasis syariah di Indonesia memasuki babak baru dengan penguatan ekosistem yang semakin terintegrasi. Bank Syariah Nasional (BSN) secara agresif memperkuat peran developer sebagai mitra utama dalam ekosistem pembiayaan perumahan syariah melalui penyelenggaraan Developer Gathering 2026 di Bandung. Langkah ini dipandang sebagai manuver krusial untuk memastikan sektor properti tetap menjadi motor penggerak utama pertumbuhan bisnis perseroan di tahun-tahun mendatang.

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis perseroan dalam memperkuat kontribusi sektor properti terhadap pertumbuhan bisnis, sekaligus mendukung program perumahan nasional. Dengan menempatkan pengembang sebagai pilar utama, BSN optimistis dapat menghadirkan pembiayaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat luas.

Developer Sebagai Ujung Tombak Industri Properti Syariah

Dalam sambutannya, Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor menegaskan bahwa keberhasilan ekspansi pembiayaan sangat bergantung pada soliditas hubungan antara bank dan pengembang di lapangan. “Developer adalah ujung tombak industri perumahan. Melalui Developer Gathering ini, kami ingin memperkuat kemitraan strategis sekaligus memberikan apresiasi kepada para developer yang selama ini berkontribusi besar terhadap pertumbuhan bisnis BSN,” kata Alex dalam siaran pers, Minggu.

Pendekatan kolaboratif ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan volume pembiayaan, tetapi juga untuk menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan dalam rantai pasok properti. Bagi BSN, pengembang bukan sekadar nasabah korporasi, melainkan mitra strategis yang memegang kunci pembukaan akses hunian bagi masyarakat.

Catatan Kinerja Positif dan Pertumbuhan Aset Signifikan

Di hadapan 79 pengembang mitra yang hadir di wilayah Jawa Barat, Alex memaparkan rapor hijau kinerja perseroan yang berhasil melampaui target pertumbuhan industri. Perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan aset sekitar 20,51% dan pertumbuhan pembiayaan sekitar 25,02% secara tahunan (year on year). Angka ini menjadi bukti nyata bahwa model bisnis syariah di sektor perumahan memiliki resiliensi yang sangat kuat.

“Capaian ini tidak terlepas dari kolaborasi yang solid antara BSN dan para mitra developer. Sektor perumahan menjadi salah satu motor utama pertumbuhan pembiayaan kami,” tegasnya. Hingga akhir 2025, kekuatan jaringan BSN juga semakin merata dengan dukungan 118 outlet perbankan yang tersebar secara nasional, terdiri dari kantor cabang dan unit layanan syariah untuk memastikan pelayanan yang prima bagi pengembang dan nasabah KPR.

Strategi Ekspansi di Empat Kota Penyangga Utama

Pelaksanaan Developer Gathering 2026 ini dirancang secara terukur dengan menyasar wilayah-wilayah yang memiliki aktivitas ekonomi properti tertinggi. Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang dipilih sebagai lokasi utama karena kontribusi wilayah tersebut cukup signifikan terhadap kinerja pembiayaan perumahan BSN. Keempat kota tersebut menjadi titik awal dari strategi jangka panjang BSN dalam membangun ekosistem pembiayaan perumahan syariah secara end to end.

“Empat kota ini memiliki volume transaksi, pertumbuhan proyek, dan kontribusi pembiayaan yang besar terhadap bisnis BSN. Dampaknya nyata, baik terhadap pertumbuhan pembiayaan konsumer maupun kualitas portofolio. Kemarin di Jakarta dan hari ini di kota Bandung," jelas Alex. Fokus pada kota-kota ini diharapkan mampu memberikan efek domino terhadap pertumbuhan properti di daerah sekitarnya.

Spesialisasi di Sektor Properti dan Kontribusi Program Pemerintah

Menilik lebih dalam pada struktur bisnisnya, BSN memang telah mengukuhkan diri sebagai bank syariah yang fokus pada hunian. Direktur Consumer Banking BSN Mochamad Yut Penta menjelaskan hingga 2025, 98% portofolio pembiayaan BSN berada di sektor perumahan, mencerminkan spesialisasi bank syariah ini di sektor properti riil. Rinciannya, mayoritas atau 63% disalurkan melalui KPR subsidi, diikuti 31% KPR nonsubsidi, dan 4% pembiayaan konstruksi.

"Selama lebih dari 20 tahun beroperasi, BSN telah menyalurkan pembiayaan kepada sekitar 450.000 nasabah, baik di segmen konsumer maupun komersial," ujar Penta. Selain itu, kolaborasi dalam BTN Group juga berhasil menguasai hampir 70% pangsa pasar penyaluran FLPP nasional pada tahun 2025, sebuah kontribusi besar bagi program penyediaan rumah bagi rakyat.

Akselerasi Pembiayaan Komersial dan Produktif

Sisi komersial juga menunjukkan tren positif yang memperkuat fundamental bank. Maqin U Norhadi, SEVP, Chief of Commercial Banking BSN memaparkan, pembiayaan komersial BSN terus mengalami peningkatan seiring akselerasi signifikan ekspansi bisnis perseroan. Peningkatan ini mencakup segmen Yasa Griya dan Non-Yasa Griya yang mencerminkan strategi perluasan sektor produktif dengan manajemen risiko yang terjaga.

"Total realisasi pembiayaan komersial periode 2020–2025 sebesar Rp12,39 triliun. Dengan rincian Yasa Griya sebesar 7,93 triliun (64%) dan Non Yasa Griya sebesar 4,45 triliun (36%)," pungkas Maqin. Dengan fondasi bisnis yang berfokus pada aktivitas ekonomi riil dan produktif, BSN optimistis dapat terus tumbuh berkelanjutan sejalan dengan prinsip Maqashid Syariah dalam memberikan kepastian dan kemaslahatan bagi nasabah serta mitra pengembang.

Terkini