Tas Selempang Tenun Baduy OC Indonesia Jadi Idola Pameran HPN

Senin, 09 Februari 2026 | 10:32:10 WIB
Tas Selempang Tenun Baduy OC Indonesia Jadi Idola Pameran HPN

JAKARTA - Membawa tradisi ke dalam hiruk-pikuk gaya hidup modern memerlukan kreativitas yang tidak hanya mengandalkan estetika, tetapi juga kegunaan nyata. Dalam ajang Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di KP3B Provinsi Banten, sebuah terobosan menarik muncul melalui produk aksesori yang mengawinkan nilai luhur masyarakat adat dengan kebutuhan urban. Produk tas selempang berbahan Tenun Baduy menjadi salah satu daya tarik pengunjung pada pentas budaya, hiburan, dan pameran UMKM dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di KP3B Provinsi Banten, Sabtu 7 Februari 2026.

Inovasi yang dihadirkan oleh jenama OC Indonesia ini membuktikan bahwa kain tradisional tidak lagi hanya tersimpan di lemari sebagai pakaian formal, melainkan telah bertransformasi menjadi bagian dari identitas harian. Produk tersebut dihadirkan oleh brand OC Indonesia sebagai bagian dari pengembangan aksesori fashion berbasis wastra lokal. Melalui tas selempang, narasi kebudayaan Banten kini bisa "berjalan" lebih jauh mengikuti langkah pemakainya.

Menjadikan Budaya Sebagai Bagian dari Aktivitas Harian

Pemilihan tas selempang sebagai medium pengenalan budaya bukanlah tanpa alasan. Aksesori ini dianggap sebagai barang yang paling relevan dengan gaya hidup masyarakat masa kini yang menuntut kepraktisan. Owner OC Indonesia, Oa Mudokir, mengatakan tas selempang dipilih karena memiliki fungsi praktis dan dekat dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Strategi ini bertujuan agar edukasi budaya tidak terasa berat atau kaku. Dengan menyisipkan tenun pada barang yang dipakai setiap hari, masyarakat secara tidak langsung terus terhubung dengan akar tradisinya. Menurutnya, tas selempang banyak digunakan untuk aktivitas harian sehingga dinilai efektif sebagai media pengenalan budaya lokal. “Tas selempang itu dipakai hampir semua kalangan, jadi saya ingin budaya bisa hadir di keseharian,” katanya saat dialog bersama Studio Mini RRI Banten.

Filosofi Kejujuran di Balik Material Tenun Baduy

Keunikan produk OC Indonesia terletak pada pemilihan material yang memiliki kedalaman makna. Tenun Baduy bukan sekadar lembaran kain, melainkan simbol keteguhan prinsip hidup masyarakatnya. Oa Mudokir menjelaskan, Tenun Baduy dipilih sebagai material utama karena memiliki karakter kuat dan nilai filosofi yang sejalan dengan konsep brand yang diusung.

Karakteristik visual yang autentik menjadi nilai jual utama yang membedakan produk ini dengan tas-tas fabrikasi massal. Ia menilai kesederhanaan dan keaslian tenun tersebut mampu memberikan identitas tersendiri pada produk. “Tenun Baduy itu sederhana, jujur, dan punya karakter yang tidak dimiliki kain lain,” ujarnya.

Desain Inklusif dan Fleksibilitas Penggunaan

Dalam proses perancangannya, tas selempang OC Indonesia dikombinasikan dengan desain modern agar tetap fungsional tanpa menghilangkan unsur tradisional. Tantangan dalam mengolah wastra adalah bagaimana membuatnya tetap terlihat modis untuk segala usia dan jenis kelamin. OA menyebut desain dibuat fleksibel sehingga dapat digunakan oleh pria maupun perempuan.

Pendekatan desain yang netral gender (unisex) ini memperluas jangkauan pasar, menjadikan tas selempang tersebut sebagai pilihan favorit bagi siapa saja yang ingin tampil beda namun tetap bersahaja. “Saya buat desainnya netral, bisa dipakai siapa saja dan di berbagai aktivitas,” ucapnya.

Komitmen Terhadap Lingkungan Melalui Prinsip Keberlanjutan

Hal yang membuat produk ini semakin istimewa adalah tanggung jawab moral terhadap kelestarian alam. Di tengah isu limbah tekstil global, OC Indonesia menunjukkan kepeduliannya melalui teknik produksi yang cerdas. Selain mengedepankan desain, Oa Mudokir juga menerapkan prinsip keberlanjutan dalam produksi tas selempang.

Alih-alih membuang sisa potongan kain, pihak perusahaan justru mengolahnya menjadi detail estetis yang mempercantik tampilan tas. Ia memanfaatkan sisa potongan kain dari koleksi busana untuk dijadikan detail pada tas, sehingga meminimalkan limbah. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab pelaku usaha terhadap lingkungan. “Sisa kain tidak kami buang, tapi kami olah kembali supaya punya nilai tambah,” katanya.

Respons Publik dan Optimisme Pasar Lokal

Kehadiran tas selempang Tenun Baduy OC Indonesia di pameran UMKM HPN 2026 mendapat respons positif dari pengunjung. Interaksi langsung di stan pameran menjadi momen krusial bagi pelaku UMKM untuk memvalidasi ide dan inovasi mereka. Banyak pengunjung tertarik dengan perpaduan fungsi modern dan nilai budaya yang dihadirkan dalam satu produk.

Bagi Oa, pameran ini lebih dari sekadar tempat berjualan, melainkan laboratorium riset pasar. Oa Mudokir menilai kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan produk sekaligus mendengar langsung masukan konsumen. “Interaksi langsung seperti ini penting untuk pengembangan produk ke depan,” ujarnya.

Peluang Wastra Banten di Pasar yang Lebih Luas

Menutup dialognya, Oa menegaskan pentingnya konsistensi dalam menjaga kualitas agar produk lokal mampu sejajar dengan brand nasional maupun internasional. Oa Mudokir berharap tas selempang Tenun Baduy dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk lebih mengenal wastra Banten.

Visi ini membawa harapan besar bagi masa depan perajin tenun dan industri kreatif di Banten secara keseluruhan. Ia optimistis produk aksesori berbasis budaya lokal memiliki peluang berkembang luas jika dikemas sesuai kebutuhan pasar. “Selama konsisten dan terus berinovasi, produk lokal bisa bersaing,” katanya. Melalui produk yang fungsional dan bermakna, OC Indonesia telah membuktikan bahwa tradisi Banten dapat terus hidup dan beradaptasi dengan denyut zaman.

Terkini