Mengenal Filosofi Tas Kulit Lokal Mr Soe di HPN 2026

Senin, 09 Februari 2026 | 10:32:11 WIB
Mengenal Filosofi Tas Kulit Lokal Mr Soe di HPN 2026

JAKARTA - Industri kreatif di Tanah Air sering kali lahir dari kedekatan emosional dan dedikasi keluarga yang mendalam. Di tengah keriuhan pameran UMKM dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang berlangsung di KP3B Provinsi Banten, sebuah jenama tas kulit lokal bernama Mr Soe berhasil mencuri perhatian bukan hanya karena estetika produknya, melainkan karena nilai filosofis yang dibawanya. Brand ini menampilkan berbagai koleksi tas berbahan kulit yang mengusung kualitas, cerita, dan filosofi usaha berbasis komunitas.

Bagi sang pemilik, tas bukan sekadar wadah penyimpan barang, melainkan representasi dari sebuah perjalanan hidup. Melalui ajang HPN ini, Mr Soe ingin membuktikan bahwa produk lokal Banten memiliki daya saing tinggi dengan tetap membawa napas kejujuran dalam setiap jahitan produknya.

Makna di Balik Nama dan Filosofi Kejujuran Produk

Setiap jenama besar selalu memiliki titik awal yang personal. Bagi Rini, sang pemilik, identitas jenama ini adalah bentuk penghormatan terhadap sosok yang menjadi tulang punggung produksi itu sendiri. Owner Mr Soe, Rini, menjelaskan nama Mr Soe memiliki makna personal yang kuat bagi perjalanan usaha yang ia bangun bersama suaminya. Menurutnya, Mr Soe berasal dari nama panggilan suaminya, Subandi, yang sejak awal terlibat langsung dalam proses produksi dan pengembangan usaha.

Keterbukaan mengenai asal-usul nama ini menjadi cara mereka membangun kepercayaan dengan konsumen. “Mr Soe itu sebenarnya nama suami saya, Subandi. Dari situ kami ingin menghadirkan brand yang dekat, jujur, dan apa adanya,” ucapnya saat dialog bersama Studio Mini RRI Banten, Sabtu 7 Februari 2026. Pendekatan yang "apa adanya" ini tecermin dalam pemilihan material kulit asli yang diproses secara teliti untuk menonjolkan tekstur alaminya.

Warisan Keluarga dan Ketahanan Material Kulit

Keahlian Mr Soe dalam mengolah kulit tidak datang secara instan, melainkan hasil dari observasi dan kedekatan dengan material tersebut sejak lama. Rini menuturkan, brand Mr Soe lahir sebagai pengembangan dari pengalaman panjang mereka di industri produk kulit. Ketertarikan terhadap material kulit tidak lepas dari latar belakang keluarga yang akrab dengan produk kulit berkualitas dan tahan lama.

Bagi mereka, kulit adalah material yang unik karena semakin lama digunakan, karakternya akan semakin kuat. Dari pengalaman itu, mereka melihat peluang untuk menghadirkan tas kulit lokal yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki nilai cerita. “Kulit itu bukan sekadar bahan, tapi tentang ketahanan dan perjalanan waktu,” ujarnya. Filosofi ini menjadi alasan mengapa produk Mr Soe kerap menjadi pilihan bagi mereka yang menghargai investasi jangka panjang dalam berbusana.

Kualitas Tanpa Batas: Dari Tas Kerja hingga Gaya Kasual

Dalam pameran UMKM HPN 2026, Mr Soe menampilkan beragam tas kulit, mulai dari tas kerja, tas selempang, hingga tas kasual. Keberagaman desain ini menunjukkan adaptabilitas brand lokal terhadap selera pasar yang terus berubah tanpa mengorbankan kualitas pengerjaan manual yang menjadi ciri khasnya. Seluruh produk dibuat dengan mengutamakan ketelitian pengerjaan dan kenyamanan penggunaan.

Ketahanan produk menjadi janji utama yang ditawarkan kepada pelanggan. Rini menyebut, setiap tas dirancang agar bisa digunakan dalam jangka panjang tanpa kehilangan karakter. Fokus pada durabilitas ini bertujuan agar setiap pemilik tas dapat memiliki ikatan emosional dengan barang miliknya. “Kami ingin tas ini dipakai bertahun-tahun dan tetap punya cerita,” ucapnya.

Pemberdayaan Perajin Banten dan Dampak Sosial Usaha

Lebih dari sekadar mengejar profit, Mr Soe mengusung misi mulia untuk mengangkat potensi sumber daya manusia di sekitarnya. Ia juga menekankan bahwa Mr Soe dibangun dengan semangat pemberdayaan masyarakat lokal, khususnya perajin di Banten. Dengan melibatkan tenaga kerja dari lingkungan sekitar, usaha ini menjadi motor penggerak ekonomi mikro di wilayahnya.

Proses produksi melibatkan tenaga kerja sekitar dan dilakukan secara bertahap agar kualitas tetap terjaga. Bagi Rini, sebuah kesuksesan bisnis baru bisa dikatakan bermakna jika mampu memberikan manfaat bagi ekosistem di sekelilingnya. Menurut Rini, keberlanjutan usaha tidak hanya soal penjualan, tetapi juga dampak sosial. “Kalau usaha tumbuh, lingkungan sekitar juga harus ikut tumbuh,” katanya.

Dukungan Ekosistem UMKM dan Harapan Masa Depan

Keberhasilan Mr Soe menembus pasar lokal juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak dan iklim usaha yang kondusif di tanah jawara. Rini mengungkapkan, dukungan pemerintah daerah dan keterlibatan dalam berbagai kegiatan UMKM memberi kepercayaan diri bagi brand lokal seperti Mr Soe untuk terus berkembang. Sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha kecil menjadi kunci utama dalam menghadapi persaingan pasar global.

Ia menilai ekosistem UMKM di Banten cukup terbuka dan kolaboratif. “Di Banten, kami merasa dihargai dan diberi ruang untuk berkembang,” ujarnya. Melalui pameran UMKM HPN 2026, Rini berharap Mr Soe semakin dikenal sebagai tas kulit lokal Banten yang mengedepankan kualitas, filosofi, dan keberpihakan pada perajin, sekaligus mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Dengan komitmen pada kualitas dan kepedulian sosial, Mr Soe siap melangkah lebih jauh untuk membanggakan produk kulit asli Banten di kancah nasional.

Terkini