Efek Cerah Sementara Skincare Baking Soda Picu Risiko Iritasi Nyata

Senin, 09 Februari 2026 | 10:32:14 WIB
Efek Cerah Sementara Skincare Baking Soda Picu Risiko Iritasi Nyata

JAKARTA - Kecepatan informasi di era digital sering kali menjadi pedang bermata dua, terutama dalam tren kecantikan. Salah satu fenomena yang kini memicu kekhawatiran serius di kalangan medis adalah penggunaan bahan dapur untuk perawatan wajah secara mandiri. Baking soda yang biasanya dikenal sebagai bahan dapur, belakangan ini viral dijadikan sebagai bahan perawatan kulit. Banyak pengguna media sosial terutama TikTok yang mengklaim bahwa baking soda bisa mencerahkan kulit, meratakan warna kulit, bahkan membantu mengatasi jerawat, hanya dengan mencampurkannya dengan air.

Namun, klaim testimoni di layar ponsel tersebut tidak sejalan dengan realitas biologis kulit manusia. Namun para ahli dermatologi memperingatkan bahwa tren viral ini tidak aman bagi kesehatan kulit. Bahkan, penggunaan baking soda pada kulit justru bisa menimbulkan iritasi, sensitivitas, dan kerusakan kulit jangka panjang. Ketidaktahuan akan komposisi kimia bahan sering kali membuat pengguna terjebak dalam ekspektasi instan yang berujung pada kerusakan permanen.

Fakta Medis: Mitos Kulit Cerah vs Realitas Eksfoliasi Kasar

Para pakar menekankan bahwa minimnya dukungan data ilmiah menjadi alasan utama mengapa praktik ini sangat berisiko. Dermatolog dari George Washington University, Pooja Sodha mengatakan bahwa bukti ilmiah mengenai manfaat baking soda untuk kulit sangat minim. Ia menegaskan efek cerah pada sebagian orang bukan berarti perubahan nyata di lapisan kulit yang lebih dalam. Sensasi kulit yang tampak lebih bersih sebenarnya hanyalah reaksi permukaan yang bersifat semu.

Senada dengan hal tersebut, dermatolog Hannah Kopelman menjelaskan bahwa "kulit lebih cerah" seperti efek baking soda tersebut sebenarnya hanya efek sementara dari pengangkatan minyak dan sel kulit mati di permukaan kulit. Baking soda sama sekali tidak mampu menjangkau pigmentasi yang berada di lapisan bawah kulit. Dengan kata lain, kecerahan yang muncul hanyalah hasil dari pengikisan lapisan terluar kulit secara agresif yang tidak akan bertahan lama.

Bahaya Tersembunyi: Dampak Penghancuran Keseimbangan Alami Kulit

Menurut para ahli, penggunaan baking soda pada kulit dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan kulit yang serius. Dampak ini muncul karena perbedaan drastis antara sifat kimia bahan dengan ekosistem alami kulit kita. Berikut adalah rincian bahaya yang mengintai jika tren ini terus dilanjutkan:

Mengganggu keseimbangan pH kulit Kulit manusia memiliki pH alami yang sedikit asam, yang membantu mempertahankan kelembapan dan menjaga kekebalan tubuh dari bakteri. Baking soda bersifat alkali, sehingga penggunaan berulang dapat mengganggu fungsi alami ini. Perubahan tingkat keasaman ini membuat benteng pertahanan kulit runtuh, menjadikannya sasaran empuk bagi mikroba berbahaya.

Iritasi dan sensitivitas Sebagai bahan yang bersifat abrasif, baking soda bekerja terlalu keras pada jaringan kulit yang tipis. Pencampuran baking soda dengan air atau bahan lain bisa menyebabkan kulit menjadi kering, merah, bersisik, dan lebih sensitif bila digunakan berulang. Reaksi ini merupakan tanda bahwa kulit sedang mengalami stres oksidatif.

Peradangan, jerawat makin parah Alih-alih menyembuhkan, bahan ini justru bisa menjadi pemicu jerawat yang lebih agresif. Dalam beberapa kasus, baking soda malah dapat memperparah jerawat karena merusak skin barrier sehingga bakteri lebih mudah masuk dan memicu inflamasi. Kondisi ini sering kali mengakibatkan peradangan yang meninggalkan bekas lebih dalam.

Potensi kerusakan jangka panjang Risiko terbesar terletak pada kerusakan yang tidak terlihat secara langsung namun menetap. Penggunaan terus-menerus dapat mengakibatkan kulit kehilangan lapisan pelindungnya, memicu kondisi seperti sensitivitas kronis, luka kecil, atau bercak gelap yang memerlukan waktu berbulan-bulan untuk pulih.

Langkah Penyelamatan: Prosedur Pemulihan Pasca-Eksperimen

Bagi mereka yang telah menjadi korban dari tren ini, langkah rehabilitasi kulit harus segera dilakukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Jika sudah terlanjur mencoba tren viral baking soda dan merasakan kulit kering, ketat, merah, atau iritasi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan seperti:

Hentikan penggunaan baking soda segera.

Fokus pada produk yang menenangkan seperti ceramide, squalane, atau panthenol untuk membantu kulit pulih.

Hindari eksfoliasi atau active ingredients yang keras sementara waktu.

Jika peradangan tidak membaik, konsultasikan ke dokter kulit untuk perawatan lanjutan.

Edukasi ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih selektif dalam mengadopsi tips kecantikan dari media sosial. Kesehatan kulit yang sesungguhnya berasal dari perawatan yang menghargai mekanisme alami tubuh, bukan dari bahan pembersih dapur yang dipaksakan bekerja pada wajah manusia.

Terkini