Presiden Prabowo Pimpin Rapim TNI-Polri 2026 di Istana Evaluasi Keamanan

Senin, 09 Februari 2026 | 14:40:42 WIB
Presiden Prabowo Pimpin Rapim TNI-Polri 2026 di Istana Evaluasi Keamanan

JAKARTA - Awal tahun 2026 menjadi momentum krusial bagi jajaran kedaulatan negara untuk menyelaraskan langkah di bawah komando tertinggi. Bertempat di jantung pemerintahan, koordinasi lintas instansi bersenjata dilakukan guna memastikan stabilitas nasional tetap terjaga di tengah dinamika global. Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat evaluasi kinerja jajaran TNI dan Polri melalui agenda Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri yang digelar di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin pagi.

Kehadiran para pucuk pimpinan di Istana ini menandakan urgensi sinkronisasi kebijakan antara visi Presiden dengan implementasi teknis di lapangan. Hal tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, saat tiba di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, sekitar pukul 09.30 WIB. Sebagai mantan pimpinan Polri, Tito memberikan perspektif mengenai esensi dari pertemuan tingkat tinggi yang melibatkan ribuan perwira ini.

Evaluasi Operasional dan Kelanjutan Rapat Koordinasi Nasional

Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian konsolidasi pemerintah yang sebelumnya telah dilakukan bersama jajaran pimpinan daerah. Mendagri melihat adanya pola kesinambungan dalam arahan Presiden untuk tahun anggaran baru ini. “Kemarin kan ada rapat di Sentul, rakor seluruh kepala daerah. Itu awal tahun, biasanya beliau sampaikan kepala daerah, nah ini juga mungkin awal tahun juga untuk TNI Polri, terutama yang berhubungan dengan tugas TNI-Polri pertahanan dan keamanan,” kata dia.

Meski bersifat internal, substansi rapat diprediksi kuat menyentuh aspek-aspek fundamental yang menjadi perhatian publik sepanjang awal tahun. "Saya kurang tahu jujur aja, tapi ini kan rutin ya TNI-Polri, mungkin evaluasi," katanya saat ditanya seputar agenda yang ia hadiri bersama jajaran TNI-Polri. Ia mengatakan rapat tersebut menjadi bagian dari agenda rutin pemerintah dalam meninjau kesiapan sektor pertahanan dan keamanan nasional.

Meninjau Keberhasilan Masa Lalu dan Kesiapan Agenda Keagamaan

Satu poin penting yang menjadi sorotan adalah bagaimana aparat keamanan berhasil melewati periode pergantian tahun dengan kondusif. Pengalaman tersebut akan dijadikan pijakan untuk menghadapi tantangan serupa di masa mendatang. Ia mengatakan rapat tersebut kemungkinan juga menyoroti tugas TNI-Polri di bidang pertahanan dan keamanan, termasuk evaluasi pengamanan periode Natal dan Tahun Baru yang berjalan relatif aman.

Namun, fokus tidak hanya tertuju pada spion tengah atau masa lalu. Pemerintah bergerak cepat untuk memetakan risiko pada perayaan besar yang akan datang. Selain itu, rapat diperkirakan membahas persiapan pengamanan agenda besar ke depan, seperti Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Persiapan matang sejak dini diharapkan dapat menjamin kenyamanan masyarakat Indonesia dalam menjalankan tradisi mudik dan ibadah tahunan mereka.

Struktur Rapim: Dari Instruksi Pusat hingga Turunan Satuan Terkecil

Skala pertemuan ini mencakup pejabat struktural kunci yang memiliki pengaruh langsung terhadap keamanan di tingkat lokal. Selain dia, juga hadir Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, yang juga menyampaikan hal serupa. Ia mengatakan, rapim tersebut dihadiri jajaran pimpinan TNI dan Polri, mulai dari tingkat komandan Kodim ke atas di lingkungan TNI serta kepala Polres ke atas di jajaran Polri.

Kehadiran para Dandim dan Kapolres ini bertujuan agar pesan dari Presiden dapat tersampaikan secara utuh tanpa distorsi. Menurut Simanjuntak, rapat itu berfokus pada evaluasi kinerja sekaligus pengarahan Presiden terkait langkah-langkah yang perlu dilakukan ke depan. “Iya, rutin kan tiap tahun. Ini kan acara rutin saja, evaluasi, apa langkah-langkah ke depan. Biasa, kita dapat pengarahan dari presiden,” ujarnya.

Mekanisme Tindak Lanjut Melalui Rapat Pimpinan Internal

Arahan yang diberikan oleh Presiden Prabowo di Istana tidak akan berhenti pada seremoni di Jakarta. Jenderal Maruli menegaskan adanya mekanisme berantai yang akan dilakukan oleh masing-masing matra untuk memastikan setiap instruksi dapat dieksekusi secara teknis. Sinergi ini akan diterjemahkan kembali ke dalam bahasa operasional yang lebih detail di lingkungan angkatan.

Ia menambahkan, setelah pengarahan presiden, jajaran TNI akan menindaklanjuti arahan tersebut melalui rapat pimpinan internal. Kedisiplinan dalam menjalankan instruksi pimpinan tertinggi merupakan ciri khas dari kedua institusi ini. “Ya nanti ada rapim TNI lagi, nanti rapim Angkatan Darat lagi, turunan-turunan dari petunjuk presiden, apa yang kita lakukan,” kata dia. Melalui struktur yang solid ini, diharapkan stabilitas keamanan nasional 2026 tetap terjaga di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Terkini