JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Gresik secara resmi menggelar kompetisi seni selawat Al Banjari guna menyemarakkan bulan suci Ramadan 2026 mendatang. Agenda religi ini dirancang untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga sekaligus melestarikan budaya Islam yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat Gresik yang religius. Pihak legislatif berharap kegiatan ini menjadi daya tarik positif bagi generasi muda untuk lebih mencintai tradisi islami yang penuh dengan nilai-nilai luhur dan kebaikan.
Komitmen Legislatif Gresik Melestarikan Seni Tradisi Islami
Ketua DPRD Gresik menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk nyata kehadiran wakil rakyat dalam mendukung kegiatan syiar Islam selama bulan penuh berkah nanti. Festival Ramadan tahun ini diproyeksikan akan lebih meriah dibandingkan tahun sebelumnya dengan berbagai penyesuaian teknis yang memudahkan para peserta untuk mendaftarkan grup seni mereka. Panitia penyelenggara telah menyiapkan skema penilaian yang objektif dengan melibatkan juri-juri kompeten di bidang seni Al Banjari guna menjaga kualitas dan sportivitas dalam perlombaan.
Pada Kamis 26 Februari 2026, persiapan teknis terkait lokasi dan jadwal pelaksanaan telah mencapai tahap final agar seluruh rangkaian acara berjalan tanpa ada kendala. Gedung DPRD Gresik yang biasanya menjadi tempat perumusan kebijakan publik, kali ini akan dibuka untuk umum sebagai panggung kreativitas seni bagi para pecinta selawat. Langkah ini dinilai sangat strategis dalam mengubah citra kantor pemerintahan menjadi lebih inklusif dan dekat dengan denyut nadi kehidupan sosial budaya masyarakat lokal.
Potensi Ekonomi Kreatif Melalui Penyelenggaraan Festival Ramadan
Selain sebagai ajang perlombaan religi, kegiatan ini juga diharapkan mampu menggerakkan sektor ekonomi mikro melalui kehadiran lapak UMKM di sekitar area kegiatan festival berlangsung. Banyak pelaku usaha kecil yang menyambut baik agenda tahunan ini karena terbukti mampu meningkatkan volume penjualan produk makanan dan minuman khas buka puasa mereka. DPRD Gresik ingin memastikan bahwa manfaat dari festival ini tidak hanya dirasakan secara spiritual, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan ekonomi warga setempat.
Pihak panitia juga menggandeng berbagai komunitas lokal untuk turut serta mempromosikan acara ini melalui kanal media sosial agar jangkauan informasinya bisa lebih luas lagi. Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat, festival ini diharapkan mampu menjadi ikon wisata religi baru yang menarik bagi wisatawan dari luar daerah. Penerapan protokol kesehatan dan ketertiban umum tetap menjadi prioritas utama panitia agar seluruh pengunjung dapat menikmati pertunjukan seni Al Banjari dengan rasa aman.
Kriteria Penilaian dan Kategori Peserta Lomba Al Banjari
Dalam lomba kali ini, terdapat beberapa kategori peserta mulai dari tingkat remaja hingga dewasa yang menunjukkan antusiasme tinggi dari berbagai pondok pesantren serta madrasah. Aspek vokal, harmonisasi alat musik terbang, serta adab saat tampil menjadi poin utama yang akan dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari para ahli. Hadiah jutaan rupiah beserta trofi kehormatan telah disiapkan bagi para juara sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mensyiarkan selawat melalui seni musik tradisional.
Banyak grup Al Banjari di wilayah Kabupaten Gresik yang sudah mulai melakukan latihan rutin sejak jauh hari demi memberikan penampilan terbaik di hadapan publik nanti. Ketua Panitia menjelaskan bahwa pendaftaran dilakukan secara terbuka dan transparan melalui sistem daring guna memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh grup yang ingin berpartisipasi. Semangat kompetisi yang sehat diharapkan dapat melahirkan bibit-bibit seniman selawat baru yang mampu membawa nama harum Kabupaten Gresik di tingkat provinsi maupun tingkat nasional.
Visi Besar Mewujudkan Gresik Sebagai Kota Santri Berkemajuan
Penyelenggaraan festival ini sejalan dengan visi besar pemerintah daerah untuk terus mengukuhkan identitas Gresik sebagai kota santri yang modern namun tetap menjaga nilai tradisional. DPRD Gresik menegaskan bahwa dukungan anggaran untuk kegiatan keagamaan seperti ini akan terus dipertahankan bahkan ditingkatkan di masa-masa mendatang jika memberikan dampak yang positif. Masyarakat diajak untuk hadir dan meramaikan setiap sesi perlombaan sebagai bentuk dukungan moral bagi para peserta yang telah berjuang keras untuk tampil secara maksimal.
Rangkaian acara ini rencananya akan ditutup dengan pengajian akbar dan pengumuman pemenang yang dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah serta tokoh agama ternama di Jawa Timur. Kemenangan dalam lomba ini bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah wasilah untuk semakin mendekatkan diri kepada sang pencipta melalui lantunan selawat yang indah dan merdu. Harapannya, gema selawat Al Banjari dari gedung DPRD ini dapat membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Gresik selama menjalankan ibadah puasa di tahun 2026.
Harapan Keberlanjutan Program Religi di Lingkungan Pemerintahan
Keberhasilan acara ini nantinya akan menjadi tolok ukur bagi pelaksanaan kegiatan serupa di tahun-tahun berikutnya dengan inovasi-inovasi baru yang lebih kreatif dan menarik lagi. Banyak warga berharap agar program seperti ini tidak hanya berhenti pada bulan Ramadan saja, tetapi juga pada hari besar Islam lainnya untuk menjaga semangat keagamaan. DPRD Gresik berjanji akan terus mendengarkan aspirasi masyarakat terkait bentuk-bentuk kegiatan yang paling dibutuhkan untuk memperkuat karakter bangsa yang religius dan toleran antar sesama.
Dengan berakhirnya festival ini kelak, diharapkan silaturahmi yang terjalin antar grup selawat dapat terus berlanjut dalam bentuk kolaborasi-kolaborasi seni yang lebih luas di masa depan. Para peserta juga diharapkan dapat mengambil pelajaran berharga mengenai arti kerja keras, kekompakan tim, dan ketulusan dalam mengabdi melalui jalur seni budaya yang bernafaskan Islam. Semoga Festival Ramadan 2026 ini menjadi saksi bisu keharmonisan antara wakil rakyat dan konstituennya dalam merayakan kebahagiaan menyambut bulan suci yang penuh dengan kemuliaan.