JAKARTA - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara melaporkan adanya tren positif berupa peningkatan volume penyerapan gabah hasil panen petani lokal secara berkala pada tahun 2026.
Langkah masif yang dilakukan oleh Bulog ini bertujuan untuk memastikan cadangan beras pemerintah tetap aman sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat produsen yang saat ini sedang panen.
Pada Kamis 26 Februari 2026 pihak manajemen mengonfirmasi bahwa strategi jemput bola ke kantong-kantong produksi padi di Sumatera Utara mulai membuahkan hasil yang sangat memuaskan bagi ketahanan pangan.
Optimisme Penyerapan Gabah di Sumatera Utara
Peningkatan serapan gabah ini menunjukkan bahwa sinergi antara Bulog dengan para petani di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara berjalan dengan sangat baik dan saling menguntungkan sekali.
Bulog berkomitmen untuk terus menyerap hasil kering panen maupun hasil kering giling sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat guna memenuhi stok gudang secara nasional.
Dengan meningkatnya volume penyerapan secara periodik ini diharapkan tidak ada lagi kekhawatiran mengenai kelangkaan pasokan beras untuk kebutuhan masyarakat di wilayah Sumatera Utara dalam beberapa waktu ke depan.
Stabilitas Harga di Tingkat Petani Lokal
Fungsi utama dari percepatan penyerapan gabah ini adalah untuk melindungi para petani dari permainan harga yang dilakukan oleh oknum tengkulak yang sering merugikan saat musim panen raya tiba.
Pemerintah melalui Bulog hadir sebagai penyangga harga agar nilai jual gabah tetap berada di atas harga pembelian pemerintah sehingga kesejahteraan para petani di wilayah Sumatera Utara tetap terjaga.
Setiap transaksi penyerapan dilakukan secara transparan dan akuntabel guna memastikan bahwa manfaat ekonomi dari program ini benar-benar dirasakan langsung oleh mereka yang bekerja keras di lahan persawahan tersebut.
Kesiapan Infrastruktur Gudang Bulog Sumut
Guna menampung lonjakan stok gabah yang meningkat secara periodik pihak Bulog Sumatera Utara telah memastikan seluruh fasilitas pergudangan dalam kondisi prima dan memiliki kapasitas yang sangat memadai saat ini.
Pemeliharaan kualitas stok juga menjadi prioritas utama agar beras yang nantinya didistribusikan kepada masyarakat tetap memiliki mutu yang baik serta layak konsumsi sesuai dengan standar pangan nasional yang berlaku.
Monitoring secara rutin dilakukan oleh tim internal untuk mengecek kondisi suhu dan kelembapan gudang agar setiap butir gabah yang telah diserap tidak mengalami penurunan kualitas selama masa penyimpanan berlangsung.
Sinergi Dengan Pemerintah Daerah Setempat
Keberhasilan peningkatan penyerapan ini juga tidak terlepas dari dukungan penuh pemerintah daerah di Sumatera Utara yang aktif memberikan informasi mengenai titik-titik lokasi wilayah yang sedang memasuki masa panen raya.
Kerja sama yang erat ini memungkinkan Bulog untuk melakukan pemetaan logistik secara lebih efektif dan efisien sehingga proses pengangkutan gabah dari sawah ke gudang tidak mengalami hambatan yang berarti.
Integrasi data antara dinas pertanian dan Bulog menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan serapan gabah periodik ini demi mewujudkan kedaulatan pangan yang berkelanjutan di seluruh wilayah provinsi Sumatera Utara tersebut.
Target Cadangan Beras Pemerintah 2026
Bulog Sumatera Utara menargetkan pencapaian stok cadangan beras yang lebih tinggi pada tahun ini sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi fluktuasi harga pangan akibat faktor cuaca atau kondisi pasar global.
Dengan tren penyerapan yang terus merangkak naik secara periodik manajemen merasa sangat optimis bahwa target yang telah ditetapkan pada awal tahun akan mampu tercapai bahkan sebelum akhir tahun berjalan.
Upaya ini merupakan bagian dari tanggung jawab besar Bulog dalam menjalankan instruksi negara untuk selalu siap siaga menjaga ketersediaan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia tanpa terkecuali di mana pun.