JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menjadi perhatian pelaku pasar pada Jumat, 13 Maret 2026.
Mata uang Garuda tersebut tercatat berada dalam kisaran tertentu di sejumlah bank nasional, mencerminkan dinamika pasar valuta asing yang masih dipengaruhi oleh berbagai sentimen global.
Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kerap menjadi indikator penting bagi pelaku ekonomi, baik dari kalangan pelaku usaha, investor, hingga masyarakat umum. Perubahan nilai tukar dapat memengaruhi aktivitas perdagangan internasional, biaya impor, hingga stabilitas ekonomi domestik.
Pada perdagangan hari ini, kurs rupiah terlihat bergerak dalam rentang yang tidak terlalu jauh berbeda dibandingkan sebelumnya. Kondisi tersebut mencerminkan bahwa pasar masih menunggu berbagai sentimen global yang dapat memengaruhi arah pergerakan mata uang dalam waktu dekat.
Rentang Nilai Tukar Rupiah di Sejumlah Bank
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari ini, Jumat, 13 Maret 2026 berada dalam rentang Rp16.829 hingga Rp17.045 per dolar AS di sejumlah bank.
Dikutip dari laman valas BRI, kurs rupiah pagi ini untuk pembaharuan pukul 07:52 WIB berada pada level beli Rp16.829 dan jual Rp16.959 pada produk e-rate. Sedangkan kurs dolar di konter yakni jual Rp17.045 dan beli Rp16.745.
Perbedaan kurs antara layanan e-rate dan transaksi di konter merupakan hal yang umum terjadi dalam perdagangan valuta asing di perbankan. Layanan e-rate biasanya ditujukan untuk transaksi digital dengan nominal tertentu, sementara kurs konter digunakan untuk transaksi langsung di kantor cabang.
Dengan adanya variasi tersebut, nasabah biasanya dapat memilih jenis transaksi yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.
Pergerakan Kurs di Bank BNI
Level kurs yang tidak jauh berbeda juga tercatat pada Bank Negara Indonesia (BNI). Data terbaru menunjukkan bahwa nilai tukar dolar AS terhadap rupiah berada dalam kisaran yang relatif stabil pada pagi hari.
Terpantau pada pembaharuan 08.05 WIB, nilai tukar dolar AS sebesar Rp16.895 untuk beli. Sedangkan jual 16.915 pada produk spesial rate. Sedangkan kurs di konter ditetapkan Rp16.760 beli dan Rp17.060 jual.
Perbedaan kurs antarbank dapat terjadi karena setiap bank memiliki kebijakan dan perhitungan masing-masing dalam menentukan nilai tukar valuta asing. Faktor likuiditas, permintaan pasar, serta kondisi pasar global juga dapat memengaruhi penetapan kurs di masing-masing bank.
Namun secara umum, kisaran nilai tukar yang tercatat di beberapa bank besar tersebut masih berada dalam rentang yang tidak jauh berbeda.
Sentimen Global Masih Mempengaruhi Rupiah
Analis Doo Financial Futures Lukman Leon memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) Rupiah diperkirakan masih akan didikte oleh sentimen global pada umumnya yang masih terus berubah.
"Pergerakan rupiah ke-depan masih berkisar di antara Rp16.850- Rp16.950," katanya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa faktor eksternal masih menjadi penentu utama arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek. Sentimen global seperti perkembangan geopolitik, kebijakan suku bunga bank sentral, serta pergerakan ekonomi global dapat memengaruhi minat investor terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Ketika sentimen global cenderung negatif, investor biasanya akan beralih ke aset yang dianggap lebih aman seperti dolar AS. Hal ini dapat menyebabkan tekanan terhadap mata uang negara berkembang.
Sebaliknya, apabila kondisi global lebih stabil, rupiah berpotensi mendapatkan dukungan penguatan dari arus modal asing yang masuk ke pasar domestik.
Pergerakan Rupiah dan Mata Uang Asia Lainnya
Pada perdagangan kemarin, di pasar valuta rupiah ditutup melemah ke posisi Rp16.893. Pelemahan itu seiring masih dibayangi kondisi Timur Tengah. Pada saat bersamaan, greenback terpantau bergerak di zona hijau.
Mengutip Bloomberg, rupiah ditutup melemah sebesar 7 basis point atau menguat 0,04% menuju level Rp16.893 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau naik 0,17% ke posisi 99,39.
Selain rupiah, mayoritas mata uang Asia lainnya turut melemah terhadap dolar AS. Pelemahan terbesar dialami oleh mata uang Peso Filipina yang terkoreksi 0,44%, diikuti ringgit Malaysia juga melemah 0,24%.
Selain itu, rupee India turun sebesar 0,20%, diikuti pelemahan dolar Singapura sebesar 0,04%. Tak hanya itu, dolar Taiwan melemah 0,10% dan yuan China melemah 0,01%.
Penguatan terhadap dolar AS hanya terjadi untuk Yen Jepang sebesar 0,19%, dan baht Thailand juga menguat 0,09%. Sementara won Korea terhadap dolar AS stagnan.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia tersebut menunjukkan bahwa tekanan terhadap mata uang regional masih dipengaruhi oleh penguatan dolar AS. Situasi ini membuat banyak mata uang Asia bergerak melemah secara bersamaan, meskipun dengan tingkat pelemahan yang berbeda-beda.
Dengan berbagai faktor tersebut, pelaku pasar akan terus memantau perkembangan global serta kebijakan ekonomi yang dapat memengaruhi arah pergerakan rupiah terhadap dolar AS dalam waktu mendatang.