Kereta Api

Sebanyak 215 Ribu Pelanggan Gunakan KAI Daop 8 Selama Libur Imlek 2026

Sebanyak 215 Ribu Pelanggan Gunakan KAI Daop 8 Selama Libur Imlek 2026
Sebanyak 215 Ribu Pelanggan Gunakan KAI Daop 8 Selama Libur Imlek 2026

JAKARTA - Antusiasme masyarakat untuk melakukan perjalanan menggunakan moda transportasi kereta api di wilayah Jawa Timur mencatatkan angka yang impresif pada momen libur panjang Tahun Baru Imlek 2026. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya melaporkan lonjakan volume penumpang yang signifikan sepanjang periode libur tersebut. 

Keandalan waktu tempuh dan kenyamanan fasilitas menjadi magnet utama bagi ratusan ribu pelancong untuk menghabiskan waktu libur mereka bersama keluarga di berbagai destinasi favorit. Pergerakan masif ini sekaligus menjadi indikator kuat pulihnya sektor pariwisata dan tingginya mobilitas masyarakat yang mengandalkan jalur rel sebagai urat nadi perjalanan mereka.

Catatan Gemilang Volume Penumpang di Masa Libur Imlek

Berdasarkan data operasional yang dihimpun, PT KAI Daop 8 Surabaya mencatat sebanyak 215 ribu pelanggan telah memanfaatkan layanan kereta api selama periode libur panjang Imlek tahun ini. Angka tersebut mencakup keberangkatan dari berbagai stasiun besar yang berada di bawah naungan Daop 8, mulai dari Surabaya Gubeng, Surabaya Pasarturi, hingga Stasiun Malang. Lonjakan ini dipicu oleh durasi libur yang cukup panjang, yang dimanfaatkan masyarakat untuk pulang kampung maupun berwisata.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan hasil dari kesiapan sarana dan prasarana yang optimal. Strategi penambahan jumlah gerbong dan pengoperasian kereta api tambahan terbukti efektif dalam menyerap tingginya permintaan pasar. "Selama periode libur panjang Tahun Baru Imlek 2026, tercatat sebanyak 215 ribu pelanggan yang menggunakan jasa kereta api di wilayah Daop 8 Surabaya," ujar Luqman dalam keterangan tertulisnya.

Stasiun Surabaya Gubeng dan Malang Jadi Titik Terpadat

Dari total ratusan ribu penumpang tersebut, Stasiun Surabaya Gubeng masih memegang predikat sebagai titik keberangkatan dan kedatangan paling sibuk di Jawa Timur. Sebagai stasiun sentral yang melayani berbagai rute jarak jauh maupun lokal, Surabaya Gubeng menjadi pusat konsentrasi penumpang sejak hari pertama periode libur dimulai. Selain Surabaya, Stasiun Malang juga menunjukkan performa yang serupa, mengingat kota tersebut merupakan destinasi wisata primadona bagi pelancong dari berbagai daerah.

Data internal menunjukkan bahwa pergerakan penumpang tidak hanya didominasi oleh warga lokal Jawa Timur, tetapi juga banyak wisatawan dari Jakarta, Yogyakarta, dan Bandung yang berkunjung ke wilayah Timur. Tingkat okupansi pada kereta api favorit seperti KA Argo Bromo Anggrek, KA Turangga, dan KA Jayabaya dilaporkan mencapai kapasitas maksimal pada hari-hari puncak keberangkatan. KAI memastikan bahwa meskipun terjadi kepadatan, protokol pelayanan tetap dijaga agar tidak terjadi penumpukan penumpang yang berlebihan di area boarding.

Destinasi Favorit dan Tren Perjalanan Penumpang

Selama masa libur Imlek 2026, tren perjalanan masyarakat menunjukkan preferensi yang kuat pada rute-rute jarak jauh ke arah Jawa Tengah dan Jawa Barat. Kota-kota seperti Yogyakarta, Semarang, Jakarta, dan Bandung menjadi tujuan paling populer bagi pelanggan yang berangkat dari Daop 8 Surabaya. Sementara itu, untuk perjalanan jarak menengah, rute Surabaya-Malang dan Surabaya-Banyuwangi tetap menjadi andalan bagi masyarakat yang ingin berlibur di kawasan pegunungan atau pantai.

Tingginya minat ini juga didukung oleh berbagai program pemasaran dan kemudahan pemesanan tiket melalui kanal digital. Pelanggan kini cenderung merencanakan perjalanan mereka jauh-jauh hari untuk memastikan ketersediaan tempat duduk. Fleksibilitas jadwal keberangkatan yang ditawarkan oleh KAI memberikan pilihan yang beragam bagi masyarakat untuk menyesuaikan waktu libur mereka tanpa harus terjebak kemacetan di jalan raya.

Kesiapan Sarana dan Fokus Keselamatan Perjalanan

Kesuksesan dalam melayani 215 ribu pelanggan tentu tidak lepas dari aspek keselamatan yang menjadi prioritas utama KAI. Selama masa angkutan libur Imlek, seluruh armada kereta api melalui proses pengecekan teknis yang lebih ketat guna menjamin kelaikan operasional. Selain itu, penyiagaan personel di jalur-jalur rawan juga ditingkatkan untuk mengantisipasi potensi kendala cuaca yang mungkin terjadi selama perjalanan.

Luqman Arif menekankan bahwa seluruh petugas di stasiun maupun di atas kereta telah diinstruksikan untuk memberikan pelayanan prima. Ketepatan waktu keberangkatan dan kedatangan kereta api menjadi tolok ukur utama keberhasilan operasional kali ini. "KAI senantiasa berkomitmen untuk memberikan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan selamat, sehingga pelanggan dapat menikmati momen libur panjang dengan penuh kesan," tambahnya. Pengawasan terhadap fasilitas kebersihan di stasiun dan di dalam gerbong juga diperketat untuk memastikan kenyamanan pengguna tetap terjaga di tengah lonjakan volume penumpang.

Inovasi Layanan Digital Pendukung Kelancaran Penumpang

Pemanfaatan aplikasi Access by KAI memainkan peran krusial dalam mengatur distribusi penumpang selama libur Imlek 2026. Dengan fitur-fitur yang memudahkan proses check-in secara mandiri, penumpukan di loket fisik dapat dihindari. Selain itu, layanan informasi terkait ketersediaan tiket secara real-time membantu calon pelanggan untuk menentukan jadwal alternatif jika rute utama telah penuh.

KAI Daop 8 Surabaya juga terus menyosialisasikan penggunaan Face Recognition Boarding Gate yang membuat proses masuk ke peron menjadi lebih cepat dan efisien. Teknologi ini terbukti sangat membantu saat volume penumpang mencapai puncaknya, karena dapat memangkas waktu antrean secara signifikan. Ke depan, inovasi digital ini akan terus diperluas ke lebih banyak stasiun di wilayah Daop 8 guna mendukung target peningkatan jumlah penumpang di masa mendatang.

Optimisme Pertumbuhan Penumpang di Tahun 2026

Pencapaian 215 ribu pelanggan di awal tahun ini memberikan optimisme bagi PT KAI Daop 8 Surabaya dalam menatap target kinerja sepanjang tahun 2026. Keberhasilan mengelola lonjakan penumpang pada masa libur Imlek menjadi barometer kesiapan perusahaan dalam menghadapi masa angkutan Lebaran yang akan datang dalam waktu dekat. KAI akan terus mengevaluasi pola perjalanan penumpang guna menyempurnakan strategi pengaturan jadwal kereta api di masa libur nasional berikutnya.

Dengan dukungan penuh dari masyarakat yang semakin sadar akan keunggulan transportasi kereta api, KAI optimis dapat terus menjadi pilihan utama moda transportasi darat di Indonesia. Stabilitas harga tiket, keandalan waktu, dan inovasi layanan yang berkelanjutan menjadi kunci utama dalam menjaga loyalitas pelanggan. Jawa Timur, dengan segala potensi wisatanya, akan tetap menjadi motor penggerak pertumbuhan volume penumpang kereta api nasional yang menjanjikan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index