SUMATERA UTARA — Menjelang peringatan kemerdekaan ke-81, Pertamina Drilling tidak hanya berfokus pada seremonial. Perusahaan yang berada di bawah naungan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Subholding Upstream ini justru memilih memperkuat fundamental bisnisnya. Mereka memastikan seluruh lini operasi, mulai dari kapasitas rig hingga kompetensi pekerja, siap mendukung program pemerintah menaikkan produksi minyak dan gas bumi.
Data terbaru menunjukkan, Pertamina Drilling saat ini mengelola 58 rig services. Rinciannya, 53 unit merupakan land rig dengan kapasitas 150 hingga 2.000 horsepower (HP). Dua unit lainnya adalah offshore workover rig berkapasitas 550 HP, dan dua unit offshore jack-up rig yang dioperasikan melalui skema strategic alliance. Di luar itu, terdapat lebih dari 110 associated drilling yang berfungsi sebagai penunjang aktivitas pengeboran dan perawatan sumur.
Perkuat Ekosistem Hulu, Bukan Sekadar Sewa Rig
Direktur Utama Pertamina Drilling Avep Disasmita menegaskan, peningkatan produksi migas tidak bisa dicapai hanya dengan menambah jumlah sumur. Dibutuhkan ekosistem hulu yang kokoh, mencakup teknologi, peralatan, hingga kemampuan eksekusi di lapangan. "Semangat kemerdekaan harus kita terjemahkan melalui kontribusi nyata bagi negeri. Bagi Pertamina Drilling, salah satunya adalah memastikan kapabilitas pengeboran dan layanan sumur dapat memberikan dukungan maksimal terhadap peningkatan produksi migas nasional," ujar Avep dalam keterangan yang diterima, Rabu (12/8).
Ia menambahkan, di tengah ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga energi, perusahaan dituntut adaptif. "Di tengah ketidakpastian geopolitik, perubahan harga energi, dan tuntutan transisi energi, kita harus semakin adaptif, produktif, dan inovatif," katanya.
Transformasi model bisnis pun tengah dijalankan. Pertamina Drilling tidak lagi hanya menyewakan rig, tetapi bertransformasi menjadi penyedia jasa pengeboran dan layanan sumur terintegrasi. Layanan yang ditawarkan meliputi directional drilling, cementing and pumping, fracturing, mud logging, geomechanics, hingga hydraulic fracturing.
Menjawab Tantangan: SDM dan Ekspansi Regional
Untuk memastikan kualitas operasi, perusahaan mengandalkan Indonesia Drilling Training Center (IDTC). Pusat pelatihan ini menjadi tulang punggung pengembangan kompetensi pekerja agar selaras dengan kebutuhan industri yang terus berubah.
Di sisi lain, jejak ekspansi regional juga mulai terlihat. Kolaborasi dan proyek di luar negeri menjadi bukti kapabilitas perusahaan nasional mampu bersaing di panggung internasional. Avep menekankan, setiap sumur yang dikerjakan memiliki arti lebih dari sekadar aktivitas bisnis. "Setiap sumur yang kita kerjakan bukan hanya berbicara tentang aktivitas bisnis, tetapi juga tentang bagaimana kita mendukung energi untuk industri, masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi nasional," pungkasnya.
Dengan fondasi keselamatan, keandalan, dan inovasi, Pertamina Drilling optimistis dapat memainkan peran signifikan dalam mewujudkan target produksi migas sekaligus memperkuat kedaulatan energi Indonesia. Momentum kemerdekaan kali ini dijadikan pengingat bahwa ketahanan energi adalah bagian penting dari ketahanan bangsa.