PLN Bagikan 3 Tip Aman Gunakan Listrik Saat Cuaca Ekstrem

Jumat, 20 Februari 2026 | 10:01:53 WIB
PLN Bagikan 3 Tip Aman Gunakan Listrik Saat Cuaca Ekstrem

JAKARTA - Ancaman cuaca ekstrem yang kerap melanda berbagai wilayah di Indonesia menuntut kewaspadaan tinggi, terutama terkait keamanan instalasi kelistrikan di rumah. Hujan lebat yang disertai angin kencang hingga potensi banjir bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menyimpan risiko bahaya listrik jika tidak ditangani dengan benar. 

Sebagai langkah mitigasi, PT PLN (Persero) secara aktif memberikan panduan praktis bagi masyarakat agar tetap aman dalam menggunakan energi listrik di tengah situasi cuaca yang tidak menentu. Dengan memahami langkah-langkah pencegahan sejak dini, potensi kecelakaan akibat arus pendek atau sengatan listrik dapat diminimalisir secara signifikan.

Pentingnya Mitigasi Bahaya Listrik di Musim Penghujan

Listrik dan air adalah kombinasi yang sangat berbahaya bagi keselamatan manusia. Ketika air mulai masuk ke dalam kediaman akibat banjir atau kebocoran atap yang mengenai stop kontak, risiko terjadinya arus bocor menjadi sangat tinggi. Oleh karena itu, kesadaran masyarakat untuk segera memutus aliran listrik secara mandiri menjadi kunci utama dalam menghindari jatuhnya korban jiwa maupun kerugian material yang lebih besar.

PLN menekankan bahwa keselamatan pelanggan adalah prioritas paling utama. Perusahaan tidak hanya fokus pada keandalan pasokan, tetapi juga pada edukasi penggunaan energi yang bertanggung jawab. Melalui panduan yang disebarluaskan, diharapkan setiap kepala keluarga memiliki pengetahuan dasar mengenai prosedur darurat kelistrikan saat menghadapi cuaca ekstrem.

Matikan Aliran Listrik dari MCB Secara Mandiri

Langkah pertama dan yang paling krusial saat air mulai masuk ke dalam rumah atau ketika terjadi kebocoran yang berdekatan dengan instalasi listrik adalah mematikan aliran listrik. Pengguna harus segera menuju panel pembatas atau Miniature Circuit Breaker (MCB) yang biasanya terletak dekat dengan meteran listrik. Dengan menekan posisi saklar menjadi off, seluruh aliran listrik yang masuk ke dalam rumah akan terputus secara total.

"Langkah pertama saat air mulai masuk ke dalam rumah adalah mematikan listrik dari MCB. Ini sangat penting untuk mencegah terjadinya korsleting listrik saat stop kontak atau instalasi listrik lainnya terendam air," tulis PLN dalam keterangan resminya. Tindakan cepat ini merupakan prosedur keamanan standar yang harus dilakukan bahkan sebelum melakukan evakuasi barang-barang lainnya.

Cabut Peralatan Elektronik dari Stop Kontak

Selain mematikan aliran utama melalui MCB, masyarakat juga diimbau untuk segera mencabut semua kabel peralatan elektronik yang masih tertancap di stop kontak. Hal ini bertujuan untuk melindungi perangkat elektronik dari kerusakan akibat tegangan sisa atau jika tiba-tiba terjadi lonjakan arus saat listrik dinyalakan kembali nantinya. Pastikan tangan dalam kondisi kering saat menyentuh kabel atau steker.

Selain itu, sangat disarankan untuk memindahkan perangkat elektronik ke tempat yang lebih tinggi dan kering. Peralatan seperti mesin cuci, lemari es, televisi, dan perangkat komputer sangat rentan rusak jika terkena air dalam kondisi masih terhubung ke sumber daya. Dengan mengamankan posisi peralatan ini, masyarakat dapat menekan kerugian finansial akibat kerusakan aset rumah tangga setelah cuaca ekstrem berlalu.

Hubungi Layanan Pengaduan Resmi PLN 123

Apabila situasi cuaca ekstrem menyebabkan gangguan yang lebih luas, seperti pohon tumbang yang menimpa kabel listrik atau adanya percikan api di tiang listrik, masyarakat dilarang keras untuk melakukan penanganan sendiri. Hal ini sangat berbahaya dan memerlukan penanganan dari tim teknis yang memiliki keahlian dan peralatan khusus. Segera hubungi kanal komunikasi resmi PLN untuk melaporkan kondisi darurat tersebut.

PLN telah menyediakan layanan terpadu melalui Contact Center 123 atau yang lebih praktis melalui aplikasi PLN Mobile. Melalui platform digital ini, masyarakat dapat melaporkan gangguan secara real-time dan memantau status perbaikan yang dilakukan oleh tim di lapangan. "Gunakan aplikasi PLN Mobile untuk melaporkan gangguan atau jika memerlukan bantuan darurat kelistrikan. Petugas kami siaga 24 jam untuk menangani keluhan pelanggan di tengah cuaca ekstrem," jelas pihak PLN.

Waspada Terhadap Kabel Terkelupas dan Pohon Rimbun

Di luar rumah, kewaspadaan juga tidak boleh kendur. Cuaca ekstrem yang membawa angin kencang berpotensi memutus kabel udara atau merobohkan tiang listrik. Jika masyarakat melihat ada kabel yang jatuh ke tanah atau terkelupas, jangan pernah mencoba mendekatinya, apalagi menyentuhnya. Kabel tersebut mungkin masih bertegangan tinggi dan sangat mematikan.

Selain itu, PLN mengimbau warga untuk merapikan dahan pohon yang sudah rimbun dan mendekati kabel listrik milik PLN. Dahan pohon yang bersentuhan dengan kabel saat hujan dapat menjadi pengantar listrik ke arah tanah atau bangunan. Namun, untuk pemangkasan pohon yang sudah menyentuh kabel listrik, masyarakat disarankan untuk berkoordinasi dengan petugas PLN demi keamanan prosedur pemotongan.

Edukasi Berkelanjutan demi Keamanan Bersama

Upaya PLN dalam membagikan tip keamanan kelistrikan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi pengguna energi. Konsistensi dalam memberikan edukasi ini diharapkan mampu membangun budaya "sadar listrik" di tengah masyarakat Indonesia. Dengan demikian, meskipun cuaca tidak dapat diprediksi, risiko yang menyertainya tetap dapat dikelola dengan baik melalui tindakan preventif yang tepat.

PLN berkomitmen untuk terus menyiagakan ribuan personel teknis di berbagai titik strategis guna mengantisipasi gangguan jaringan akibat badai atau banjir. Sinergi antara kesiagaan petugas dan kewaspadaan pelanggan di rumah akan menciptakan sistem keamanan yang solid. Keselamatan keluarga adalah yang utama, dan langkah kecil seperti mengikuti tip dari PLN dapat memberikan perbedaan besar dalam menghadapi situasi darurat kelistrikan.

Terkini