JAKARTA — PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) menatap tahun 2026 dengan optimisme moderat. Hingga kuartal pertama 2026, perusahaan pengembang kawasan industri ini mencatat pipeline permintaan lahan industri mencapai sekitar 72 hektare.
Permintaan tersebut didominasi oleh investor asing, terutama dari Jepang, serta investor domestik yang aktif melakukan ekspansi di kawasan MM2100.
Head of Corporate Finance and Investor Relation BEST, Rika Mandasari, mengungkapkan bahwa hingga kuartal I-2026, perusahaan telah merealisasikan penjualan lahan industri seluas dua hektare dengan nilai marketing sales sekitar Rp55 miliar.
"Secara umum, permintaan dari investor asing masih mendominasi dibandingkan investor domestik, tren relokasi industri, ekspansi supply chain serta kebutuhan fasilitas siap pakai ikut mendorong permintaan kawasan industri," ujar Rika, Jumat (5/6/2026).
Meskipun tidak menyebutkan target spesifik secara detail, BEST memproyeksikan kenaikan pendapatan dan laba bersih yang didorong oleh sinergi antara penjualan lahan dan peningkatan recurring income (pendapatan berulang).
Di sisi lain, Rika menyoroti bahwa tantangan utama bisnis kawasan industri tahun ini bukanlah pada minat investasi, melainkan pada aspek eksekusi.
Menurutnya, sinkronisasi kebijakan antar-lembaga, percepatan perizinan, dan kepastian tata ruang menjadi faktor penentu agar investasi dapat segera terealisasi di lapangan.
Untuk menjaga daya saing, BEST terus memperkuat infrastruktur, transformasi digital layanan kawasan, serta penyediaan utilitas yang berkelanjutan.
Selain itu, perusahaan juga mengembangkan produk Premium Industrial Hub—solusi gudang multifungsi siap pakai—untuk mempermudah operasional tenant dan mempercepat proses investasi.